Menu Drop Down

Tampilkan postingan dengan label Warta KIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta KIM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

LOMBA "BUSANA KARTINI" cilik


Lomba busana kartini cilik 20013 yang di sponsori oleh PERFADIS -TIM PENGGERAK PKK Kab ,SUMENEP di GRAHA ADI PODAI ,dalam lomba ini peserta sanggat antusias hampir 200 yang mendaftar tapi panitia membatasi peserta hanya 80.

Dalam sambutan nya ibu bupati Sumenep sangat bangga dengan semanggat peserta dan di harapkan akan tumbuh kartini di  masa depan dari Sumenep dan ini awal dari acara lomba busana kartini selanjutnya agar di tingkatkan lagi di tahun depan.

Dan juri lomba busan kartini cilik ini terdiri dari 3 orang yang profesional di bidang fesenshow dan penah jadi juara di tingkat profinsi .setelah dewan juri berunding sejenak akhir nya di putuskan juara 1,                                                                                                                                                 
Selengkapnya >>

WORSKSHOP TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Dalam workshop ini materi nya INTERNET SEHAT  ,bagaimana membuat internet sehat di dalam keluarga ,agar tidak sampai terjadi hal yang baik contoh kejadian seorang anak hilang hanya gara gara pertemanan internet(fece book) .agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inggin kan maka perlu ada nya pemblok kan di internet di dalam jaringan internet di keluarga .
   Internet sehat adalah segala hal yang berkaitan dalam akses mengakses internet yang memiliki nilai positif ,contoh adalah kita buka blog yang membuat konten cara membuat kerajinan dll ,
   Internet tidak sehat adalah segala hal yang kurang baik /porno .contoh akses internet tidak sehat www.xxxxporno.com.
     Materi kedua oleh bapak YOHANES  adalah cara memblok konten yang tidak baik dengan DNS agar keluarga kita tidak bisa mengakses konten yang kurang baik ,agar kita jadi pahlawan dalah memblok konten yang kurang baik

Selengkapnya >>

Selasa, 23 April 2013

sarasehan budaya

Hari kedua pekan KIM di SUMENEP jam 09.00 di adakan Sarasehan budaya  dengan tema "melejitkan potensi generasi muda madura berlandaskan kearifanbudaya lokal ''
    Adapun narasumber sarasehan ini   adalah budayawan asal medura bapak DZAWAWI IMRON dalam materi nya mengankat budaya medura yang berkarater ,kata beliu sumenep sudah berkarakter contoh nya tidak ada tawuran ,belaiu juga memberi motifikasi kepada peserta yang hadir agar mengankat budaya lokal ,beliau juga memberi contoh tokoh yang terkenal asal madura antara lain MAHFUUD MD ,dan lain nya walaupun madura kecil tapi madura punya potensi tinggi dan tokoh yangdal terkenal .
Dalam sarasehan ini beliau membacakan puisi yang berjudul ''IBU''dalam membaca puisi para peserta di buat merinding dan termotifikasi oleh puisi nya dan teatrikal tentang arifan dalam kehidupan sehari hari ditambah lagi pemutaran film dokumenter SOEGENEP tempo dulu .
Selengkapnya >>

Hati-hati Jangan Suapi Bayi Pisang

Sepenggal cerita tentang bahaya menyuapi pisan diusia dini oleh dr. Hafiidhaturrahmah yang akrab disapa Avis, lulusan FK Univ Jenderal Soedirman yang menjalani setahun pengabdian meneliti malaria di Desa Umbu Ngedo Sumba (NTT) bersama Eijkman's Institute. Saat ini tergabung dalam Pencerah Nusantara Angkatan Pertama dan bertugas di Desa Ngempit Pasuruan. Tentang saya selengkapnya di www.happywithavis.multiply.com yang menjadi blog keseharian saya sejak 4 tahun yang lalu. @avista_nada.

Hati-hati Jangan Suapi Bayi Pisang

Kali ini perjalanan saya kembali menyusuri sebuah dusun terpencil yang hanya memiliki 21 bangunan rumah saja. Dengan jalan yang berlubang parah karena pengaruh hujan juga dilewati berbagai truk pengangkut kentang, akhirnya saya sampai di dusun tersebut. Hal pertama yang saya rasakan ketika menyentuh jari-jari mungil para balita disana adalah miris. Jumlah balitanya dapat dihitung dengan jari apalagi jumlah anak yang bersekolah di tingkat SD, tidak pernah lebih dari lima setiap tahunnya. Ini hampir mirip dengan kisah Laskar Pelangi dimana guru mencari murid namun saya rasa ini lebih parah.

Bapak Ketua RT menjelaskan kepada saya total jumlah murid di sebuah SD yang jaraknya setengah jam jalan kaki dari dusun tersebut totalnya tidak lebih dari 25 anak. Itupun ujarnya sudah digabung dengan dusun tetangga yang jaraknya setengah jam juga bersimpangan dengan dusun si Pak RT. Terkadang setiap kelas hanya diisi oleh satu hingga dua murid karena kemampuan akademik yang kurang sehingga tidak jarang muridnya harus mengulang kelas kembali. Namun hebatnya, jumlah personel guru yang ada 10 di sekolah tersebut tetap bersemangat mengajar hingga sekolah tersebut usianya 10 tahun lebih. Bahkan walau para guru harus datang dari desa lain yang jaraknya berjam-jam pun tetap mereka datang mengajar.

Masa Depan Anak Indonesia

Saya kembali menghela napas, melihat anak-anak SD melangkahkan kaki dengan taruhan mereka belum tentu dapat melanjutkan pendidikannya di bagku SMP apalagi SMA. Pasalnya, keseharian orang tua yang bekerja sebagai petani terkadang mengharapkan bantuan anaknya sehingga hanya beberapa anak saja yang melanjutkan ke tingkat SMP. Bagaimanapun investasi pendidikan masih sulit dilihat hasilnya dan dianggap sudah cukup jika anak dapat membaca dan menulis saja. Padahal anak masih membutuhkan lebih banyak pengalaman belajar tidak hanya bisa membaca dan menulis saja.

Dan ketika saya memasuki rumah per rumah untuk memeriksa keluarga, saya makin miris karena melihat bayi berumur baru tiga bulan tertidur karena disuapi pisang. Si ibu yang usianya saya duga masih belum mencapai 20 tahun tersebut terlihat menggendong bayinya walaupun asap perapian dari dapur ada dimana-mana. Saya yang sudah dewasa saja merasa mata memerih terkena asap tapi tampaknya si ibu berpikiran lain atau mungkin sudah terbiasa dan si bayi pun mengikuti si ibu, terbiasa menghirup asap.

“Ibu…hayoh disuapi pisang apa itu?Kecil apa besar?” seperti kepergok namun si ibu hanya senyum-senyum.

“Kecil bu…”

“Ayo saya lihat kayak apa pisangnya” dan mau tidak mau keluarga lainnya mengambilkan pisang yang masih ada di dapur dan membuat saya terbelak. Panjang pisang yang keseharian menjadi makanan si bayi tersebut sama seperti pisang ambon besar.

“Weleeh…katanya kecil. Kalau ini mah besar ibu….Berapa banyak dedek bisa habisin pisangnya?”  dan kali ini si nenek yang menjawab lancar.


Pisang seukuran ambon yang sudah disuapkan ke bayi
 “Waah kalau dedek makannya banyak. Sehari tiga pisang aja kadang masih minta lagi. Nangis terus” dan saya hanya geleng-geleng. Menangkap basah kejadian seperti ini membuat saya ingin menangis. Baru kali ini saya melihat sendiri bayi yang seharinya dapat menghabiskan tiga butir pisang besar. Bagaimana anak-anak Indonesia mau jadi pintar kalau ibu-ibunya saja belum pintar. Saya tidak menyalahkan si ibu karena tentunya adat serta kebiasaan menjadi hal yang sulit untuk mulai diubah.

“Kan kalau disini baru lahir memang harus disuapi pisang ibu. Malah kadang bayi yang baru lahir sudah bisa habis satu butir pisang”

“Minum kopi juga?”

“Ya kadang dikasih kopi supaya ndak kejang bu”


Kopi dan pisang, dua momok penyebab meningkatnya angka kematian bayi
Dan pisang sekaligus segelas kopi yang saya ambil gambarnnya ini membuat ibu-ibu lain mulai berkerubung. Bagi saya ini kesempatan karena memang dusun terpencil tersebut belum tersentuh oleh pelayanan Posyandu setiap bulannya.

“Waaah….lambung bayi yang baru lahir bentuknya cuma se-kelereng loh bu. Gak lebih besar dari jempol saya malah. Dengan ukuran sekecil itu si lambung belum siap dimasuki makanan padat seperti pisang”

“Dulu saya didulang pisang juga dan sehat bu” para nenek yang mulai berkumpul seperti biasa mengucapkan kalimat dalih tersebut.

“Itu karena Sang Hyang Maha Pengasih. Dikasih sehat dan ndak ngalamin gejala yang bahaya. Tapi sekarang sudah ndak boleh lagi yang begitu” saya menjelaskan menggunakan Bahasa Tengger supaya lebih mudah dipahami.

Setelahnya penjelasan sederhana yang dapat ditangkap oleh para ibu juga mbah-mbah pun saya coba menjelaskan mitos kopi yang dipercaya sebagai minuman pencegah supaya bayi tidak kejang.

Dan akhirnya hanya dalam waktu yang tidak terlalu banyak, dengan guyon saya mengajak para ibu untuk berkumpul. Mereka tertarik untuk mempunyai posyandu juga yang nantinya dapat menjadi tempat imunisasi sekaligus menimbang bayi. Yah, alkisah si bayi tiga bulan tadi, dia lahir dengan sendirinya tanpa bidan atau pun dukun,hanya ditolong neneknya saja dan selamat. Setelah tiga bulan, barulah saya mengunjungi dusun terpencil tersebut dan si bayi untuk pertama kalinya ditimbang.


 Semangat Ibu Belajar ASI

Kedatangan saya pun dilanjutkan dengan keberuntungan karena para ibu mau berkumpul untuk belajar bahkan ibu di dusun tetangga pun katanya mau diundang. Saya terenyuh mendengar mereka antusias untuk mempersiapkan diri belajar di keesokan harinya. Tidak tanggung-tanggung, kesempatan ini ajang langka untuk mempertemukan para petinggi desa juga sekaligus memperkenalkan ibu bidan yang akan bertugas di daerah tersebut.

Dibantu oleh para warga desa, saya beserta tim (bidan, perawat, apoteker) melewati jalanan yang sudah rusak parah. Beruntung kendaraan roda dua tersebut membawa kita dengan selamat. Para ibu sudah menanti dan kami dipinjami sebuah ruang kelas untuk belajar bersama. Mereka berjalan dari dusun untuk menuju ke SD dan saya tahu mereka tetap menahan dingin.

Jalanan rusak ketika pagi hari terlihat parah
Warga yang sudah terbiasa melewati jalanan parah
Desa tempat belajar bersama para ibu, keindahan di balik kabut Tengger
Jangan pernah bosan berbagi ilmu
 Penyuluhan di malam hari tersebut mengingatkan saya akan kebiasaan rapat atau arisan yang selalu malam hari di Tengger. Konon malam diambil karena dari pagi hingga sore mereka harus bertani. Kali ini belajar mengenal ASI bersama ibu-ibu termasuk memperbaiki beberapa mitos yang berkembang. Saya tidak tahu seusai dari penyuluhan ini, para ibu akan meninggalkan pisang yang sudah menjadi budaya atau tidak. Saya juga tidak tahu seberapa banyak ibu yang akan memberikan ASI saja hingga umur enam bulan. Saya bahkan tidak tahu banyak hal tentang kehidupan juga kesulitan mereka karena yang saya tahu hanyalah: Jangan pernah bosan menyuluh pentingnya ASI EKSLUSIF.

Terkadang, banyak adat kebiasaan masih dipertahankan hanya karena ketidaktahuan dan disanalah peranan kita diberikan pengetahuan lebih untuk membagikan ilmu. Saya selalu optimis jika setiap wanita mempunyai pengetahuan lebih tentang ASI maka dia akan menjadi ibu yang memberikan ASInya kepada bayi. Dan penelitian dari Oxford mengatakan bayi yang diberikan ASI ekslusif terbukti mempunyai IQ delapan kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Jika menuju Indonesia sehat dimulai dari memberikan ASI Esklusif kepada semua bayi yang lahir maka saya yakin 10 tahun ke depan para pewaris bangsa ini mempunyai kapasitas otak yang lebih.

Bidan Ayu berbagi kiat menyusui yang benar
 
Perawat Naela membuka acara belajar dengan perkenalan

Makin sering menyusui maka makin banyak ASI mengalir
Antusiasme para ibu belajar sambil menggendong bayinya
Jalanan malam yang dilewati bersama jemputan warga


Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com
Selengkapnya >>

Gubernur Jatim Resmi Buka Pekan KIM ke VII di Sumenep

Pekan Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM ) Jawa Timur yang VII berlangsung sangat meriah kemarin ( 23/4 ). Pesta besar bagi rakyat yang berlangsung selama 5 hari yaitu mulai 23-27 April 2013 ini memberikan bebagai informasi penting seputar perkembangan daerah-daerah di Jawa Timur.

Acara ini secara resmi dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. Tampak ratusan bahkan mungkin ribuan pengunjung memadati lokasi Pekan KIM yg dipusatkan di Graha Adi Poday jalan Trunojoyo Kota Sumenep Madura.

Melalui pekan KIM ini diharapkan  dapat meningkatkan peran dan kualitas anggota KIM serta masyarakat dalam memanfaatkan dan menyebarluaskan informasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Jawa Timur.

Gubernur menegaskan, informasi yg disajikan oleh KIM haruslah up to date, Selain itu Pak De, sapaan akrab Soekarwo menegaskan, bahwa informsai merupakan hal penting karena menyangkut kebutuhan nyata masyarakat. Terutama utk meningkatkan nilai tambah hasil karya atau produk itu sendiri. Sehingga pada gilirannya berguna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tegasnya."Sebab, di era penuh persaingan ini, orang yang menguasai informasi dan Teknologi Informasi (TI) adalah yang akan jadi pemenang," sambungnya.

Tak heran bila jumlah KIM terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada 2013 ini, telah ada 763 KIM yg tersebar secara merata di 38 Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur. Hal tersebut, tentu menjadi modal berharga bagi masyarakat utk mengakses informasi yg dibutuhkan.
Selengkapnya >>

Senin, 22 April 2013

PEKAN KIM ke VII menampilkan KIM Bijak Kota Malang sebagai Juara LCCK 2013

Pekan KIM ke VII Tahun 2013 Prov. Jatim diadakan di Kota Sumenep Madura Jawa Timur, dalam acara ini terdapat Grand final Lomba Cerdas Cermat Kelurahan tingkat provinsi jatim dengan peserta KIM terdiri dari KIM Bijak Kota Malang, KIM KOM Kota Bojonegoro, KIM Semanggi Surabaya dan KIM Wara Desa Blitar bertanding untuk memperebutkan juara 1, 2, 3, dan juara harapan.Nantinya KIM yang menjadi Juara 1akan menjadi Tuan Rumah LCCK tingka Provinsi Jatim tahun depan.

Hari ini Selasa (23/4),tepat pukul 07.00 WIB pagi dilaksanakan Grand Final LCCK tingkat Provinsi dengan juri dari Pemprov Jatim. Jalannya lomba berlangsung dengan meriah, aman dan tertib. Empat Finalis ini masing-masing membawa supporter untuk memberikan semangat pada para finalis.

Ada 3 babak dalam perlombaan ini, babak pertama adalah memposting artikel pada blok yang temanya diundi, KIM Bijak Kota Malang mendapat tema tentang "Pendidikan", KIM KOM Bojonegoro mendapat tema "Ketenagakerjaan", KIM Semanggi Surabaya mendapat tema tentang "Kesehatan"dan KIM Wara Desa dari Kota Blitar mendapat tema tentang Lingkungan Hidup.
Masing-masing finalis KIM dapat mengerjakan atau memposting artikel tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh juri.

Babak kedua adalah sesi tanya jawab dengan beberapa pertanyaan dari para juri dan host/pembawa acara, sedangkan babak ketiga adalah sesi komunikasi, yaitu mengkomunikasikan tema postingan artikel di blok tadi dengan teatrikal di depan para juri.

Setalah para finalis melewati tiga babak tersebut saatnya pernjurian oleh para juri, oleh karena hasil penilaian tidak bisa langsung diberikan maka para juri mengadakan rapat singkat untuk menentukan juara satu, dua, tiga dan juara harapan.

Setelah beberapa saat, juri kembali ke meja juri dan mengumumkan pemenangnya, dan urutan pemenangnya sebagai berikut :
Juara Pertama KIM Bijiak Kota Malang
Juara Kedua KIM Semanggi Kota Surabaya
Juara Ketiga KIM Wara Desa Blitar, dan

Juara Harapan dari KIM KOM Bojonegoro
Selanjutnya hadiah akan diserahkan oleh Bapak Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo dalam acara pembukaan Pekan KIM  ke VII Tahun 2013 Prov. Jatim sekaligus membuka acara.

Berikut Dokumentasi Grand Final LCCK Pekan KIM tingkat Prov. Jatim

Selengkapnya >>

Minggu, 21 April 2013

Kota Malang didoakan Makin Berkah

Walikota Malang memberikan sambutan
Turut berdoa agar Kota Malang semakin maju, aman dan tenteram Majlis Dzikir Maulidorrosul SAW menggelar doa bersama di depan Balai Kota Malang. Suana khusuk tercipta saat ribuan jamaah dari Malang Raya berdoa bersama, Sabtu (20/4).

Hadir dalam doa bersama ini, Wali Kota Malang Drs Peni Suparto M Ap beserta istri, Sekda Kota Malang dan para alim ulama. Diantaranya KH Adib Fanani, KH Abdul Hafid, staf ahli Presiden Bidang Otonomi daerah Prof Dr Mas’ud Said.

Peni mengungkapkan senang sekali dengan adanya kegiatan ini sebab bisa menjadi ajang silaturahmi segenap Umat Islam di Malang Raya. Dari kegiatan ini bisa dibangun kebersamaan, kekeluargaan, prestasi demi Kota Malang tercinta.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa berjalan dengan rutin, kegiatan janga berakhir hari ini,’ ujar Peni, Sabtu (20/4). 

Peni mengungkapkan meskipun dia September 2013 nanti jabatanya sudah berakhir, ia berharap siapapun yang menggantikan bisa melanjutkan kegiatan ini. Saat nanti tidak lagi menjadi wali kota, pria asal Udan Awu Blitar ini tetap berharap bisa bersilaturahmi termasuk melalui dzikir bersama.

Dengan sudah yang dibangun saat ini, Peni berharap kebersamaan, ketentraman dan situasi yang kondusif di Kota Malang terus dijaga. Sebab dengan dzikir akan menjauhkan umat dari perbuatan yang tercela.

Wali Kota berharap dengan dzikir ini Kota Malang bisa semakin sejahtera, banyak rezeki dan selalu diberi kemudahan-kemudahan oleh Allah. Di usia yang ke 99 ini diharapkan Kota Malang semakin maju dan berprestasi disegala bidang kehidupan.

Prof Mas’ud Said mengungkapkan sejak didirikan 99 tahun lalu sudah belasan Wali Kota memimpin Kota Malang. Ia berharap ke depan di usia yang ke 99 ini Kota Malang bisa semakin sejahtera, tenteram, masjid-masjid dan pondok pesantren semakin semarak.

“Kami berharap meski namanya Malang nasibnya tidak Malang, bisa menjadi Kota yang penuh berkah baik bagi pemerintah maupun sejahtera warganya,’ tegas Mas’ud.
Selengkapnya >>

Sabtu, 20 April 2013

Kota Malang Punya 3 Cita-Cita


Kota Malang mempunyai tiga cita-cita, yaitu bagaimana kota ini menjadi kota pendidikan yang berkualitas, kota pariwisata yang sehat, ramah lingkungan dan berbudaya, serta kota industi yang maju dan berdaya saing. Ketiga hal tersenut sebagai perwujudan/ sesuai dengan program Tri Bina Cita Kota Malang. Sebagai kota pendidikan, sesuai dengan amandemen UUD 1945, bahwa alokasi anggaran pendidikan dari APBN sebesar 20 persen.

Dari amanah tersebut, di kota Malang sudah mengalokasikan biaya pendidikan sebesar 32 persen dari APBD. Karena sudah sesuai dan bahkan melampaui aturan, maka dampaknya pun sangat positif, yaitu terciptanya pendidikan yang berkualitas. Hal itulah yang disampaikan walikota Malang, Drs Peni Suparto MAP pada gelaran dialog pembangunan antara pemkot Malang dengan warga dan tokoh masyarakat se-kecamatan Lowokwaru, di halaman kantor kecamatan setempat, Jum'at malam (19/04).

Dampak dari itu, terang pria yang kerab disapa Inep itu, mutu dan kualitas SDM warga kota Malang semakin berkualitas. Meski demikian, menurutnya, masih banyak yang belum diraih oleh kota Malang dalam dunia pendidikan. "Biaya pendidikan selama ini masih menjadi salah satu permasalahan bagi warga kota Malang. Walaupun belum bisa digratiskan, dengan sistem subsidi silang, yaitu warga yang mampu memberikan bantuan kepada yang kurang mampu, maka biaya pendidikan yang terjangkau akan segera terlaksana," sambungnya.

Bagi siswa dari keluarga tidak mampu akan tetapi dari prestasi akademik memuaskan, tambah Inep, maka bisa ditampung di sekolah yang sudah bekerjasama dengan pihak ketiga dan juga maju, seperti halnya SMAN 10 yang sampai saat ini masih bekerjasama dengan Sampoerna Foundation. "Selain semua biaya ditanggung/gratis, karena mutu dan kualitas pendidikannya tidak diragukan, maka lulusannya bisa langsung mendapat penempatan kerja dan yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, bisa dibantu," ujarnya.

Dari segi pariwisata, lanjut Inep, sejauh ini sudah banyak wisatawan lokal dan manca negara yang berkunjung ke kota Malang, dan terkait hal tersebut, sudah ditopang dengan tempat wisata yang memadai serta hotel-hotel berbintang. "Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke kota Malang, juga turut mendongkrak perekonomian warga, sehingga income per kapitanya lebih tinggi dari provinsi Jatim dan bahkan tingkat pertumbuhan perekomian ini  tergolong tinggi di tingkat nasional, yang mencapai 7,76 persen. APBD pun meningkat secara dratis, yaitu jika di tahun 2003 sebesar Rp 450 miliar, kini sudah mencapai 1,4 triliun," paparnya.

Sektor industri pun, terang Inep, juga banyak mengalami kemajuan, karena ditunjang dengan berbagai sarana prasarana, seperti halnya jalan raya yang semakin membaik, khususnya dengan adanya fly over. "Mudahnya proses perijinan juga turut mengundang minat kalangan investor untuk menanamkan modalnya di kota Malang, sehingga dapat memajukan berbagai usaha yang ada. UMKM pun turut berkembang pesat dan bahkan menyita perhatian nasional," pungkas Inep.
Selengkapnya >>

Kamis, 18 April 2013

Seleksi jambore Pemuda Indonesia diserbu peserta



Agenda Dispora memilih para pemuda untuk menjadi wakil Kota Malang dalam jambore pemuda Indonesia mendapat respon cukup bagus.  Sebanyak 40 calon peserta Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Bakti Pemuda antar Provinsi (BPAP) tingkat KOta Malang menjalani test di Stadion Gajayana, Kamis (18/4).

Ketua pelaksana Seleksi, Dicky Harianto mengungkapkan senang dengan animo tinggi para pemuda yang ada di Kota Malang untuk mengikuti seleksi. Banyaknya peserta yang mengikuti seleksi saat ini diharapkan bisa membuat wakil Kota Malang nanti benar-benar berbobot.
“Kegiatan ini diselenggarakan Dispora untuk mengakomodir kegiatan para pemuda dan dikembangkan sesuai dengan potensinya masing-masing,’ ujar Dicky, Kamis (18/4).

Dicky menyebutkan banyak sekali kriteria penilaian agar para peserta seleksi bisa melaju ketingkat Jatim diantaranya terkait seni budaya, kebangsaan maupun kewirausahaan. Dengan adanya kegiatan ini pihaknya berharap pemuda di Kota Malang  lebih mampu meningkatkan kualitasnya semakin nyata.

“Dari 40 peserta yang mengikuti seleksi ada tiga pasang putra dan putri peserta asal Kota Malang mengikuti tes lanjutan di Provinsi yang rencananya akan dilangsungkan di Surabaya 27 April 2013,” terang Dicky.

Dicky menyebutkan dalam jamboree nasional, KOta Malang sendiri sudah tiga kali mengikutkan wakilnya sejak tahun 2009. Terakhir wakil Kota Malang mengikuti Jambore nasional di Palu Sulawesi.

Sama dengan Dicky, Sekretaris Dispora Kota Malang Atus Bachtiar mengaku senang dengan adanya kegiatan yang melibatkan banyak pemuda. Dari kegiatan ini diharapkan anak-anak muda semakin banyak memiliki kegiatan positif yang bisa mengharumkan nama Kota Malang.
“Kami senang adanya kegaiatan ini, di tengah Disintegrasi bangsa yang kian nyata para pemuda punya kegiatan yang bisa semakin meningkatkan kecintaan terhadap bangsa,” ujar Atus.
Selengkapnya >>

Walikota Malang Sudah Tepati Janji


Dalam gelaran dialog bersama warga kecamatan Klojen, Rabu malam (17/04), sang camat, Priyadi menyampaikan bahwa pembangunan harus dikelola secara mandiri dan profesional seperti halnya acara malam ini sebagai salah satu wujud nyatanya. Menurutnya, agenda seperti ini sekaligus untuk memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat kota Malang dalam pembangunan, khususnya di kecamatan Klojen.

Gelaran ini, kata Priyadi, sesuai dengan visi kecamatan Klojen, yaitu  terwujudnya citra pemerintahan yang sehat dan mandiri. Pun demikian dengan misinya, untuk mewujudkan rencana pembangunan  yang responsif dan akuntabel melalui pemerintahan yang berkualitas. "Kami mempunyai 17 program dan 42 kegiatan riil dalam memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Terkait kepemimpinan Peni Suparto sebagai Walikota Malang sejak tahun 2003 sampai saat ini, atau selama dua periode, lanjut Priyadi, telah membawa banyak kemajuan serta dia juga telah memenuhi semua janji-janji politiknya kepada warga kota Malang. "Seperti halnya realisasi dana hibah Rp 750 juta, dimana penyalurannya melalui LPMK Rp 500 juta dan yang Rp 250 juta melalui kelurahan. Dengan demikian, maka diperlukan adanya pemerintahan yang berkesinambungan," paparnya.

"Pada 23 Mei mendatang, kota Malang akan menggelar pesta demokrasi, yaitu pilwali. Terkait hal tersebut, mari kita jaga kebersamaan dalam pelaksanaan pilkada nanti, agar pemilihan calon pemimpin kota Malang tersebut dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses. Kami juga berharap agar nantinya yang akan menggantikan pak Peni, merupakan pemimpin yang amanah," harap Priyadi.
Selengkapnya >>

Kota Malang Alami Banyak Kemajuan


Seorang pemimpin, seperti halnya walikota, jika tanpa kebersamaan dan mendapat dukungan semua pihak dalam menjalankan pemerintahan, maka suatu kepemimpinan tidak akan berjalan maksimal. Setidaknya hal itulah yang disampaikan walikota Malang, Drs Peni Suparyo MAP pada acara dialog bersama warga kecamatan Klojen di hotel Savana, Rabu malam (17/04)

Menurutnya, saya tanpa wakil walikota, lurah, camat dan warga, tidak akan ada artinya. Maka ajang dialog seperti ini, kata pria yang akrab disapa Inep itu, merupakan sarana yang sangat tepat untuk menyerap aspirasi masyarakat, serta menyatu dengan warga kota Malang. "Tahun 2003 akhir, kota Malang belum punya hotel-hotel mewah, tapi saat ini sudah banyak, seperti halnya hotel Savana ini," contoh Inep.

Lebih jauh Inep menambahkan, bahwa kota lain diluar kota Malang belum bisa membangun jembatan layang seperti halnya yang ada di kota Malang saat ini. "Di kota lain, kalaupun ada program/ pembangunan serupa, maka program tersebut merupakan pencanangan dari provinsi. Sedangkan di kota Malang, merupakan program internal kota. Hal ini sangat membanggakan semua pihak," tambahnya.

Selain itu, terangnya, kota Malang mempunyai lembaga pendidikan internasional yang juga menjadi salah satu ikon kota Malang sebagai kota yang menyandang nama besar dengan nama kota pendidikan. "Terlepas dari itu semua, sudah banyak yang belum dan akan kita lakukan ke depan. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua untuk menciptakan kota Malang yang lebih maju dan berkembang lagi," paparnya.

"Banyaknya kemajuan di kota Malang, pada akhirnya membuat Kota Malang yang dulu hanya dianggap sebagai kota kecil, maka hal itu kini sudah berubah. Kota ini sekarang sudah menjadi kota besar dan menuju menjadi kota metropolitan. Dengan berbagai perkembangan dan berjalannya waktu, kota Malang pasti nantinya akan menjadi kota metropolitan," pungkas Peni.
Selengkapnya >>

Diversifikasi Pangan Hubungannya Dengan Ketahanan Pangan


Ketahanan pangan adalah hal yang paling strategis bagi suatu Negara, karena pangan adalah hal yang terpenting bagi kehidupan manusia. Bahkan hak pangan sendiri telah diundang undangkan sebagai hak asazi manusia dalam Declaration of Human Right.
Pembangunan ketahanan pangan di Indonesia juga ditegaskan oleh pemerintah melalui undang undang pangan yang menyatakan bahwa ketahanan pangan adalah kondisi pemenuhan kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersedian pangan yang cukup, baik dari jumlah dan mutunya, aman, merata dan terjangkau. 
Beberapa hasil kajian yang dilakukan oleh beberapa ahli menunjukkan persediaan pangan yang cukup secara nasional terbukti tidak menjamin pewujudan ketahanan pangan pada tingkat wilayah (regional), rumah tangga atau individu. Beberapa kajian menunjukkan bahwa jumlah proporsi rumah tangga yang defisit energi di setiap provinsi masih tinggi. 
Berkaitan dengan hal ini, diversifikasi pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dari segi fisiologis, manusia untuk dapat hidup aktif dan sehat memerlukan lebih 40 jenis zat gizi yang terdapat pada berbagai jenis makanan. 

Upaya Diversifikasi Pangan

Upaya membangun diversifikasi konsumsi pangan telah dilaksanakan sejak tahun 60-an. Saat itu pemerintah mulai menganjurkan konsumsi bahan pangan pokok selain beras. Instruksi dari pemerintah adalah untuk lebih menganekaragamkan jenis pangan dan meningkatkan mutu gizi makanan rakyat baik secara kualitas maupun kuantitas sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

TUJUAN DIVERSIFIKASI PANGAN NASIONAL

Namun dalam perjalanannya, tujuan diversifikasi konsumsi pangan lebih ditekankan sebagai usaha untuk menurunkan tingkat konsumsi beras, karena diversifikasi konsumsi pangan hanya diartikan pada penganekaragaman pangan pokok. Selanjutnya program diversifikasi konsumsi pangan dilakukan secara parsial baik dalam konsep, target, wilayah dan sasaran, tidak dalam kerangka diversifikasi secara utuh.
Indonesia memiliki beberapa komoditas pangan, yang dapat dikembangkan sebagai komoditas pangan nasional. Diversifikasi produksi pangan ini bisa dilakukan melalui pengembangan pangan karbohidrat khas Nusantara spesifik lokasi seperti sukun, talas, garut, sagu, jagung dan lain-lain.
Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk tercapainya usaha Diversifikasi pangan antara lain:
  • Pengembangan produk (Product Development) melalui peran industri pengolahan untuk meningkatkan cita rasa dan citra produk pangan khas nusantara.
  • Peningkatan produksi dan ketersediaan sumber pangan protein seperti ikan dan ternak
  • Peningkatan budidaya berbagai tanaman pangan yang meliputi pembenihan, pembibitan, produksi tanaman, pemberantasan hama, pengemasan hasil panen dan pendistribusian (Hortikultura).

Diversifikasi konsumsi pangan bukan hanya upaya untuk mengubah selera dan kebiasaan makan. Pada dasarnya memperluas pilihan masyarakat dalam kegiatan konsumsi sesuai dengan cita rasa yang diinginkan dan menghindari kebosanan untuk mendapatkan pangan dan gizi agar dapat hidup sehat dan aktif. Hal ini memang sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, pengetahuan, ketersediaan, dukungan kebijakan dan faktor sosial budaya.
Secara implisit, upaya diversifikasi konsumsi pangan dapat diidentikkan dengan upaya perbaikan gizi untuk mendapatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang mampu berdaya saing. Karena itu, pokok kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan, sosialisasi, dan promosi mengenai pola pangan beragam, bergizi, juga berimbang.

Apabila upaya-upaya tersebut di atas berhasil dilakukan maka produksi tanaman pangan sumber karbohidrat lain serta protein dan zat gizi mikro akan semakin meningkat, konsumsi beras per kapita yang diharapkan pemerintah menurun, akan benar benar menurun, dan positifnya kualitas konsumsi pangan masyarakat akan semakin beragam, bergizi, dan berimbang.

Sumber : anekakeripikmalang.com
Selengkapnya >>

Rabu, 17 April 2013

Ketahanan Pangan Nasional Indonesia Sangat Rentan


Indonesia memiliki alam sub tropis yang amat subur, sumber daya agraris kita memang bisa berlimpah apabila dikelola dengan benar. Tetapi ironisnya sebagai salah satu Negara yang dikaruniai sumberdaya alam melimpah malah justru memiliki masalah serius mengenai ketahanan pangan dalam negeri. Kemandirian dan ketahanan pangan dalam negeri kita memang sangat rentan karena ketergantungan pasokan dari luar negeri. 

Konsumsi Import Menurunkan Ketahanan Pangan Nasional

Menurut data statistik nasional kebutuhan pasokan pangan import antara lain 100% untuk gandum masih dari luar, 60% untuk kedelai dari total kebutuhan masih import, 70% untuk susu dari total kebutuhan masih import, 54% untuk gula dari total kebutuhan masih import, 30% untuk daging sapi dari total kebutuhan masih import, 11% untuk beras dari total kebutuhan masih import, dan 5% untuk jagung dari total kebutuhan masih import.
Dari angka angka tersebut bisa diperkirakan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah masih belum optimal untuk mengatasi kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Tapi setidaknya ada kabar baik di tahun tahun kedepan bahwa ada target di pemerintah untuk mengembangkan 5 komoditas pangan strategis yaitu beras, kedelai, gula, jagung, dan daging sapi. 

MELEMAHNYA SEKTOR PERTANIAN SEBAGAI TULANG PUNGGUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Tantangan yang dihadapi sektor pertanian akan semakin berat, karena harus bisa mengatasi masalah kesejahteraan petani yang semakin terpinggirkan karena tekanan harga barang import dan melambungnya harga pupuk. Ketahanan Pangan Nasional
Dengan lesunya sektor pertanian membuat semakin banyaknya lahan pertanian yang mulai beralih fungsi. Banyak lahan yang seharusnya menjadi tempat pertanian karena sudah ada fasilitas irigasi tetapi menjadi area pemukiman. Atau juga banyaknya lahan yang seharusnya lahan produktif tetapi sekarang menjadi lahan tidur karena alasan tidak seimbangnya pendapatan produksi dengan modal produksi.

POLITIK PANGAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Politik pangan dalam negeri yang terlalu pragmatis dan hanya memihak pada konsumen, membuat mudahnya barang import masuk hanya untuk memenuhi atau menutup kebutuhan domestik tanpa memikirkan dampaknya pada sektor produksi pangan dalam hal ini pelaku pertanian. Padahal merekalah yang pertama kali dirugikan apabila tidak ada pengaturan secara bijaksana dari pemerintah pusat. 

CARA PERBAIKAN SEKTOR PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Untuk meningkatkan ketahanan pangan setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah antara lain adalah :
  • Peningkatan kesejahteraan petani, reformasi agraria, untuk menghindari pemusatan kepemilikan lahan produktif agar para buruh tani yang jumlahnya lebih banyak bisa menjadi petani mandiri juga.
  • Pengaturan kebijaksanaan import bahan pangan pokok untuk melindungi pasar domestik dari serbuan dumping harga dari luar dalam hal ini spekulan.
  • Optimalisasi lahan pertanian terutama daerah dekat irigasi.
  •  Perbaikan sarana pertanian terutama aliran irigasi.
  • Mencegah konversi atau alih fungsi lahan produksi pertanian.
  • Memberdayakan kembali lahan yang tidur agar kembali produktif.
  •  Mendorong percepatan perluasan lahan pertanian tanaman pangan.
  • Peningkatan mutu produktifitas atau intensifikasi seperti penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, dan efisiensi pemanfaatan air.
  • Perbaikan pasca panen.
  •  Percepatan diversifikasi konsumsi pangan.

Menurut kajian Badan Pangan Dunia bahwa ketergantungan pasokan pangan import bagi negara berpenduduk lebih besar dari 100 juta, akan membuat bangsa itu susah maju dan mandiri. Kita berharap pemerintah saat ini tahu akan hal ini dan semoga ada rencana kedepan yang lebih baik untuk memajukan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Sumber : anekakeripikmalang.com
Selengkapnya >>