Menu Drop Down

Tampilkan postingan dengan label Tips 'n Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips 'n Trik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

Tips Memilih Produk Olahan Kedelai (Tempe dan Kripik Tempe)

Produk olahan tempe sangat banyak macamnya, salah satunya adalah kripik tempe yang banyak kita jumpai di pasar/toko. Akan tapi tahukah anda mencari produk olahan kedelai dan kripik tempe yang berkualitas yang baik untuk tubuh kita jika kita kosumsi nantinya.

berikut beberapa tips memilih produk olahan kedelai yang baik
  • Tempe
  1. Tempe yang baik warnanya putih serta kelihatan bentuk kedelainya.
  2. Teksturnya terlihat keras tapi jika di iris terasa lembut.
  3. Jamur yang berbentuk serabut putih mengikat erat pada kedelainya.
  4. Tempe yang apabila diiris terdapat jarak antara kedelai dan jamur (renggang) berarti tempe tersebut telah dicampur dengan bahan lain yang tidak menyehatkan tubuh apabila dikonsumsi.
  • Kripik tempe
  1. Perhatikan dengan seksama kemasan pada kripik tempe apakah terlihat agak buram, jika ada berarti kondisi kripik tempe tersebut sudah jelek.
  2. Perhatikan juga tekstur pada kripik tempe, jika ada pecahan kripik yang jatuh di dalam kemasannya kemunkinan  kripik sudah agak lama.
  3. Pastikan tidak ada minyak goreng dalam kemasan.
  4. Alangkah baiknya jika membeli kripik tempe langsung ke produsennya, selain mengetahui secara langsung proses pengolahannya juga lebih terjamin mutunya.
Selengkapnya >>

Rabu, 17 April 2013

Membuat kerajinan lampion dari botol bekas

Pertama botol kita cuci sampai bersih mengunakan sabun cuci. Setelah itu botol dipotong sesuai garis lurus
yang ada di badan botol mengikuti alurnya. Potong menjadi beberapa bagian sampai batasnya pada pinggang
botol. Setelah dipotong dengan baik, tinggal kita memilih mengerjakan bagian bawah terlebih dahulu, bagian
atas atau bagian kaki dahulu. Untuk lebih baiknya kita bisa mengerjakan bagian kaki dari lampion. Botol
yang di potong menjadi beberapa bagian tadi di buat variasi supaya menarik.

Pada bagian dasar botol tidak dipotong supaya lampion bisa berdiri tegak. Setelah itu kita bisa beri lubang
sedikit untuk jalan masuk kabel. Sedang bagian atas botol bis akita buat variasi sesuai dengan kreasi dan
imajinasi yang menurut kita bagus untuk membuat lampion. Setelah kabel kita masukan melalui bawah botol,
kita pasang alat listrik untuk memasang bohlam nantinya.

Sebelum direkatkan menjadi satu, bagian-bagian tadi kita cat berwarna-warni sesuai kesukaan kita supaya
menarik. Setelah cat kering, kita pasang bohlam ditempat yang telah disiapkan. Bagian-bagian tadi direkatkan kembali menjadi satu kembali. Tinggal kita pasang di tempat yang kita inginkan dan dinyalakan, jadilah
Selengkapnya >>

Selasa, 16 April 2013

Cara Inovatif Mengatasi Orang Yang Tidak Inovatif

Banyak orang menganggap bahwa menjadi inovatif tidak pernah mudah. Proses inovasi harus ditempa dengan bertahun-tahun menekuni bangku kuliah atau pergi ke sebuah desa terpencil dimana ide bisa datang tanpa malu-malu. Ada pula sebagian anggapan bahwa inovasi adalah bakat, bawaan dari lahir, hingga menganggapnya sebuah takdir. Setuju atau tidak dengan ide tersebut, anda harus membaca 8 cara menjadi inovatif seperti yang dilansir Inc berikut.


1. Bayangkan skenario terburuk yang mungkin terjadi
Membayangkan hal yang baik-baik tentu cukup mudah. Cobalah bayangkan apa yang akan anda lakukan dengan uang miliaran hasil warisan, mungkin terbayang liburan di Hawaii atau berplesir ke mancanegara. Namun sekarang bayangkan bila anda jatuh bangkrut dan tidak memiliki harta. Mungkin anda tidak mau atau takut untuk melakukannya. Percayalah bahwa dengan berpikir mengenai hal terburuk yang mungkin terjadi akan menjadikan anda lebih inovatif. Jangan tanggung-tanggung, bayangkan yang paling buruk.
2. Memainkan game “why”
Selalu bertanya “kenapa” akan memberikan banyak jawaban yang mungkin belum anda pikirkan sebelumnya. Bayangkan rangkaian kejadian yang akan terjadi bila anda mengambil sebuah keputusan.
3. Berpura-puralah tidak punya uang
Saat anda berada dalam zona aman, utamanya secara finansial, biasanya anda akan mudah menepis atau mengacuhkan hal-hal kecil yang bisa jadi sangat bernilai. Berpura-puralah tidak punya uang, maka mau tidak mau anda harus bergerak untuk mempertahankan hidup. Situasi ini akan menstimulasi kerja otak untuk lebih inovatif. Anda akan memperhatikan hal yang benar-benar penting untuk hidup anda dan mampu merubah keadaan.
4. Berpura-puralah tidak ada aturan
Setiap organisasi dan perusahaan memiliki peraturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Namun cobalah untuk tidak membatasi diri pada sebuah aturan, anda akan lebih leluasa untuk mengembangkan imajinasi dan menjadi inovatif. Kadang sebuah peraturan bukanlah benar-benar sebuah aturan, namun sebuah rutinitas dimana anda menyelesaikan pekerjaan anda sehari-hari.
5. Berpura-puralah hanya punya 5 menit
Tidak banyak orang yang tahu bahwa kecepatan adalah salah satu inti dari inovasi. BIla anda menemui sebuah masalah, maka katakan pada diri anda bahwa anda hanya punya lima menit untuk menyelesaikannya. Segera lakukan hal yang perlu dilakukan dan ambillah sebuah keputusan.
6. Bayangkan kesempurnaan
Dalam merencanakan bisnis, biasanya kita akan menetapkan target dalam persentase. Peningkatan sales tahun depan harus mencapai 30 persen, misalnya. Sekarang bayangkan bahwa target anda adalah sebuh kesempurnaan. Bayangkan bahwa saat membangun sebuah bisnis, anda tidak menginginkan peningkatan, tapi kesempurnaan. Anda harus break down langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam tahap-tahap yang lebih detail. Hal ini akan membantu otak anda untuk bekerja lebih inovatif. Selalu bayangkan kesempurnaan, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai itu
7. Kacaukan sesuatu dengan Sengaja
Dalam proses untuk menjadi lebih inovatif, kadang dibutuhkan sebuah eksperimen dimana kreativitas menjadi lebih terasah. Pilihlah sebuah proses atau tugas yang sudah berjalan lancar, lalu hentikan seketika atau kacaukan dengan sengaja dan lihatlah apa yang terjadi. Namun sebelum melakukan ini, pastikan proses atau tugas tersebut tidak berhubungan langsung dengan konsumen atau menyebabkan kerugian yang terlalu.
8. Berkunjunglah dan pinjam
Inovasi juga harus didorong dari luar. Oleh karenanya, lakukan kunjungan kerja dan lihat bagaimana orang lain melakukan sesuatu dengan baik. Pinjamlah hal itu dan coba terapkan dalam bisnis anda. Saat menggabungkan temuan itu dalam bisnis anda, mungkin hal itu bisa jadi inovasi yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

Sumber : Kskuser "lamberianto."
Selengkapnya >>

Senin, 15 April 2013

Cara Membuat Kripik Nangka


Cara membuat keripik Nangka cukup mudah siapkan buah nangka yang cukup baik, tidak terlalu matang dan buahnya masih segar juga kenyal apabila dimakan. Pertama kupas buah nangka dan cuci sampai bersih keringkan dari air sisa pencucian. Untuk buah nangka secara otomatis tidak perlu dipotong potong menjadi bagian yang lebih kecil. Cukup dipotong ujung ujungnya saja, agar ukuran dan bentuknya sama.

Goreng dengan mesin Vacuum Fryer. Nangka yang telah bersih, dimasukkan kedalam mesin vacuum frying ( Mesin Penggoreng Hampa Udara ). Pemanasan minyak goreng dipanaskan pada suhu 80 – 90 derajat Celcius. Dalam mesin vacuum frying buah nangka dihisap kandungan airnya selama waktu penggorengan dilakukan hingga kadar airnya habis di dalam buahnya tanpa membuat buah nangka itu menyusut bentuknya. Pengontrolan suhu penggorengan diatur secara otomatis agar bisa stabil pada angka 80 – 90 derajat celcius oleh vacuum tersebut untuk menghasilkan keripik buah nangka yang tidak gosong. 

Setelah keripik nangka sudah matang angkat dan tiriskan. Anda dapat dapat melihat ke dalam mesin penggorengan untuk mengetahui apakah buah sudah matang atau belum. Tandanya adalah buih minyak goreng yang terjadi saat menggoreng lambat laun akan mengecil atau semakin berkurang. 

Masukkan keripik nangka yang telah matang dari penggorengan tersebut ke dalam mesin peniris minyak, agar minyak goreng yang masih menempel pada nangka bisa habis dan tidak melekat pada keripik yang telah jadi sehingga keripik nangka tidak mudah menjadi tengik apabila disimpan.

Timbang dan masukkan ke dalam kemasan. Pengemasan dilakukan menggunakan sebuah alat yang dinamakan sealer. Aluminium foil yang digunakan dapat berupa gulungan / roll ataupun sudah dalam keadaan jadi. Usahakan menggunakan kemasan aluminium foil untuk daya tahan keripik apabila disimpan dalam waktu yang agak lama.

Sumber : anekakeripikmalang.com
Selengkapnya >>

8 Langkah Membuat Keripik Buah & Sayur dengan Oven

PENGERINGAN adalah cara mudah dan efektif untuk mengawetkan makanan sebagai bekal berkemah, memasak, atau hanya sebagai camilan. Makanan kering alias keripik biasanya dibuat dari buah-buahan dan sayuran yang lezat dan bergizi.

Keripik buah dapat dicampur dengan kacang, permen, atau makanan ringan lainnya. Sementara, keripik sayuran sebagai kudapan atau digunakan kembali dalam sup, semur, dan hidangan lainnya.

Oven merupakan salah satu pilihan untuk membuat keripik sayur dan buah-buahan. Ini bisa dilakukan hanya jika oven memiliki suhu kurang dari 90 derajat Celsius. Berikut langkah-langkahnya, seperti diulas Ehow:

  1. Bersihkan makanan yang akan dikeringkan. Buang biji, lubang, dan setiap bagian makanan yang yang berserat keras juga bagian yang telah rusak.
  2. Rebus buah-buahan dan sayuran untuk menghentikan proses enzimatik dan membunuh organisme yang dapat menyebabkan pembusukan. Waktu perebusan berbeda, tergantung jenis sayuran dan buah-buahan yang digunakan.
  3. Untuk mencegah perubahan warna dari buah-buahan, celupkan ke dalam larutan air dan asam askorbat. Anda juga bisa menggunakan campuran jus lemon dan air.
  4. Iris tipis buah dan sayuran. Beberapa buah-buahan, seperti aprikot, dapat dibagi dua. Atur irisan dalam satu lapisan pada rak atau loyang kue.
  5. Panaskan oven dengan suhu terendah, sekira 60 derajat Celsius. Jika suhu terendah oven Anda tidak mencapai suhu tersebut, maka gunakan suhu maksimal 75 derajat Celsius. Pasang pintu oven secara tidak rapat dengan keadaan tersangga sekira dua hingga tiga inci dengan handuk dapur yang dilipat. Tujuannya, mengeluarkan kelembapan, memungkinkan sirkulasi udara, dan mencegah suhu oven menjadi terlalu panas seandainya Anda tidak dapat mengaturnya pada suhu 60 derajat Celsius.
  6. Keringkan buah-buahan dan sayuran sesuai petunjuk waktu. Pastikan sesekali membalikkannya agar kering sempurna.
  7. Setelah didinginkan, simpan buah-buahan dan sayuran kering di wadah tertutup rapat, steril, dan telah dicuci bersih. Kocok botol yang berisi buah di dalamnya setiap hari selama sepekan atau dua pekan pertama dan lihat kelembapan makanan. Jika terdapat tanda-tanda kelembapan di dalam toples, maka keringkan kembali di dalam oven. Sayuran dan buah-buahan akan berjamur jika tidak benar-benar kering.
  8. Simpan makanan kering di tempat kering, gelap, dan dingin. Semakin dingin tempat penyimpanan, daya tahan makanan kering semakin lama

Sumber : http://www.okefood.com
Selengkapnya >>